Tantangan Pelajar Milenial

Oleh : Siti Ladida Kader HMI Tarbiyah

Pendidikan pada zaman sekarang dan zaman dulu sangatlah berbeda, tak dapat dipungkiri tantangan yang harus dihadapipun berbeda. Kita ketahui bersama bahwa saat ini kita sedang disebut dengan generasi milenial. Yang mana generasi milenial adalah generasi yang tidak bisa dilepaskan dari teknologi informasi, terutama internet. Saat ini, siapa yang tidak mengenal internet?. Hampir semua kalangan mengenal dan menjadi pemakai dari teknologi yang satu ini. Terutama pelajar, pelajar harus selalu mengikuti arus internet yang sangat cepat. Karena mulai dari pendaftaran sekolah, ujian, dan hal-hal yang ada pada kegiatan sekolah tidak luput satupun dari pemakaian internet. 

Jika dulu pada zaman sebelum internet menjadi sesuatu yang wajib diikuti oleh semua kalangan, tantangan yang harus dihadapi oleh pelajar masa itu adalah terletak pada tantangan eksternal. Yaitu tantangan yang datang dari luar pelajar itu sendiri, meskipun tidak semuanya begitu. Seperti, kurangnya motivasi dari orang tua dan lingkungan sekitar dikarenakan masih kurangnya sadar pendidikan, juga kurangnya fasilitas yang memadai. Tetapi semua itu bisa dipatahkan dengan semangat yang ada pada diri pelajar itu sendiri. Dengan gigih, orang pada zaman dulu berusaha menerjang berbagai tantangan dari luar yang harus mereka hadapi. Sehingga mereka berhasil serta mampu menciptakan karya-karya fenomenal dan hingga sekarang bisa kita nikmati sebagai bahan ajar.
Akan tetapi, tantangan yang harus dihadapi oleh pelajar milenial adalah bersifat internal, yaitu datang dari diri pelajar itu sendiri. Tantangan jenis internal ini lebih sulit untuk dikendalikan dari pada  tantangan eksternal bagi pelajar. Karena kita harus mampu mengendalikan dan mengalahkan ego kita sendiri. Untuk mengalahkannya, harus ada motivasi dari orang di sekitar dan terutama harus ada kemauan dari kita sendiri. Karena sebesar apapun usaha orang lain menasehati kita, tidak akan berhasil jika tidak ada kemauan yang kuat dari kita sendiri. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 11: “…Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada mereka sendiri…”. 

Kita lihat pada era sekarang, motivasi dari orang tua sudah sering kita dengar agar kita belajar dengan giat serta menempuh pendidikan setinggi mungkin, tetapi apa yang kita perbuat?. Kita terlalu senang dengan zona nyaman yang sudah kita peroleh. Kita lebih memilih bermain gadget dari pada membaca buku,  kita lebih memilih bermain game dari pada berdiskusi dengan teman-teman tentang pelajaran-pelajaran yang sudah kita peroleh di sekolah. Pada era milenial ini, hal utama yang harus dipilih dan dipilah bagi seorang pelajar adalah kemajuan internet. Sudah jarang kita temui pemuda-pemudi yang tidak mempunyai smartphone, hal itu merupakan kemudahan sekaligus tantangan yang harus difilter oleh pelajar. Konten-konten mana yang mampu memudahkan proses belajar, dan konten mana yang sedikit manfaat dan mengganggu proses pembelajaran bagi seorang pelajar. 

Adanya internet juga merupakan ketersediaan fasilitas yang lebih memadai, karena dengan adanya internet akan menfasilitasi pelajar untuk mencari dan membuka wawasan luas. Saat ini, buku-buku sudah banyak yang dibentuk soft file, sehingga memudahkan para pelajar untuk membaca buku kapan saja dan dimana saja. Tetapi tidak sedikit pelajar yang tidak menyadari akan kemudahan ia belajar dengan adanya internet. Mereka para pelajar hanya bisa memanfaatkan internet dalam memenuhi kesenangannya saja. Padahal jika kita pintar  memanfaatkan internet dengan baik, maka kita akan mampu menambah dan memperluas wawasan kita sebagai pelajar. 

Sesuatu yang menjadi benda favorit generasi milenial  tidak lain dan tidak bukan adalah gadget , karena didalamnya mereka akan berselancar dan menemukan berbagai fitur-fitur yang membuat mereka senang dan seolah-olah menemukan dunianya. Sehingga mereka lupa bahwa ada tugas penting yang harus mereka kerjakan. Jika mereka sudah bertemu dengan hal yang disenangi, maka sejenak mereka akan lupa segalanya, terutama lupa akan tugas dari pelajar itu sendiri. Sebagai agen perubahan, seorang pelajar harus mampu mengubah kebiasaan yang tidak baik dengan sedikit demi sedikit menuju kebiasaan yang lebih bermanfaat. Untuk itu, harus dimulai dari diri sendiri. Seperti, mengurangi kesenangan yang berlebihan dari bermain game dengan mengurangi durasi waktunya untuk membaca buku dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyenangi buku. Tujuannya hanya untuk meningkatkan dan mempertahankan budaya literasi, sehingga bukan hanya internet yang kita senangi, tetapi buku yang mampu memberikan ilmu dan wawasan pada kita juga kita senangi . Dalam buku Psikologi Belajar yang merupakan karya Dr. H.M. Muchlis Solichin menyebutkan bahwa, “Orang tidak akan pernah mencapai kesuksesan dalam bidang apapun kecuali mereka menyenangi bidang tersebut”.  Oleh karena itu, kita harus menyenangi kegiatan membaca buku agar kita berhasil meningkatkan daya intelektual dan wawasan kita. 

Tantangan yang terdapat pada pelajar milenial ini cukup berbahaya jika tidak mampu kita atasi, para pelajar akan terus nyaman pada zonanya dan tidak akan bisa menciptakan karya-karya yang akan menyongsong kesuksesan masa depannya. Untuk mengatasinya, kita harus mampu menyadarkan diri sendiri dan pandai membaca keadaan. Hal apa yang baik dan tidak untuk masa depan kita yang cerah. Jadi bagaimanapun keadaannya, kita harus pandai memotivasi diri sendiri untuk merubah haluan kita ke arah yang lebih positif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HMI Komisariat Tarbiyah IAIN Madura Gelar Aksi Galang Dana Untuk Irham Maulana

Sambut Milad Ke 74, HMI IAIN Madura Gelar Diskusi Publik

Kesuksesanmu adalah Kesempatanmu