Kesuksesanmu adalah Kesempatanmu

Oleh: Abd. Maghni Ad-Dhahil*

Tidak ada manusia yang tidak memiliki kesempatan, semuanya memiliki kesempatan. Kesempatan adalah waktu atau peluang bagi manusia untuk memperkenalkan siapa dirinya, memperkenalkan apa kemampuan dirinya, memperkenalkan apa yang sesungguhnya membuat dirinya seakan melebihi manusia lainnya. Diketika kita tahu semua manusia pasti memiliki kesempatan, apakah kita tidak percaya memiliki kesempatan, apakah kita tidak percaya bahwa kita juga memilikinya?

Setelah itu, apakah kita masih mau menunggu kesempatan itu datang kepada kita? jangan menunggu kawan hidup kita bukan untuk menunggu kesuksesan, tapi hidup kita untuk menjemput kesuksesan itu sendiri sehingga kita bisa lama bertukar senyum dengan kesuksesan yang telah kita raih.

Kesuksesan bukan ada pada mereka yang memiliki kecerdasan lebih dari pada kita, bukan juga dimiliki oleh mereka yang hidup dengan pangkat, tahta dan harta. Tapi kesempatan ada pada orang yang mau menggunakannya, sekarang bukanlah lagi berbicara masalah yang pintar menang dari yang bodoh yang kaya menang dari yang miskin, tapi sudah saatnya kita mengatakan yang cepat pasti menang dari yang lambat. Maka dari itu, jangan tunggu kesempatan itu datang kepada kita untuk kemudian kita bisa sukses, tapi.....Marilah kita jadikan waktu setahun kita, waktu seminggu kita, bahkan waktu yang kita lewati jadikan itu bagai kesempatan bahwa kita bisa sukses dengan waktu itu.

Ketika kita sudah sukses apakah kita sampai pada benang merah kehidupan? jawabannya adalah “jelas tidak”. Manusia bukanlah benda indah yang seutuhnya bisa dikenang, tapi manusia adalah sampah bila tidak bermanfaat pada yang lain. Label sukses bukanlah yang menjadikan manusia sebagai suatu wujud yang pantas dikenang, pantas disanjung, pantas di muliakan apalagi di abadikan. Ingat kawan, sukses bukan tolak ukur kita abadi untuk hidup, sukses itu hanya ujian dan titipan sementara oleh Tuhan, lalu bagaimana  cara kita untuk hidup abadi ?

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis maka ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah, menulis adalah bekerja untuk keabadian (Pramoedya Ananta Toer)” narasi ini bukanlah narasi bukan yang ditulis tanpa konteks, narasi yang sangat sederhana tapi bila kita mampu mengkajinya, kita dapat mengerti dengan cara apa kita bisa hidup abadi.


  • *Penulis adalah  Kader HMI Tarbiyah angaktan 2019, PP. An-Nasyiin dan merupakan mahasiswa IAIN Madura Jurusan TIPS Semester 4.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HMI Komisariat Tarbiyah IAIN Madura Gelar Aksi Galang Dana Untuk Irham Maulana

Sambut Milad Ke 74, HMI IAIN Madura Gelar Diskusi Publik