Sebanyak 14 Pengurus HMI Tarbiyah IAIN Madura Jadi Sarjana di Masa Pandemi Covid 19

Sebanyak 14 Pengurus HMI Tarbiyah IAIN Madura jadi Sarjana dimasa Pandemi Covid 19. Ada sebanyak 14 pengurus HMI Cabang Pamekasan Komisariat Tarbiyah IAIN Madura yang lulus jadi sarjana di masa Pandemi Covid 19. Ke-14 pengurus tersebut antara lain, Uswatun Hasanah, S.Pd (Ketua Umum HMI Komisariat Tarbiyah IAIN Madura), Ulfatul Muslimah, S.Pd (Kabid PPPA), Muslimah, S.Pd (Anggota PPPA), Intan Nur Aini, S.Pd (Anggota PPPA), Anita Triyana, S.Pd (Sekum Kohati), Maratus Shalihah, S.Pd (Bendahara Umum), Muh. Fadlurrahman, S.Pd (Kabid PTKP), Lukman Hakim, S.Pd (Anggota PTKP), Moh. Holili, S.Pd (Anggota PPPA), Candra Triyo Wahyudi, S.Pd (Anggota PPPA), Erfan Efendi, S.Pd (Anggota PPPA), Farhan Ainnurrosyid, S.Pd (Wasekum KPP), Achmad Madani, S.Pd (Anggota PTKP) dan Khoirul S.Pd (anggota KPP).


Mereka dinyatakan jadi sarjana pasca mengikuti ujian skripsi daring beberapa waktu lalu. Dimana mereka harus benar-benar menguasai materi dan memastikan jaringan internet lancar untuk melaksanakan ujian skripsi secara daring.
Pembatasan ruang gerak yang mereka alami pun tidak menjadi beban untuk menggapai cita-citanya menjadi sarjana muda.


Uswatun Hasanah, salah satu Sarjana muda sekaligus sebagai Ketua Umum HMI Komisariat Tarbiyah IAIN Madura yang lulus ujian online itu mengungkapkan, ”Namanya ujian ya sudah pasti merasa gugup, karena skripsi adalah penentu kelulusan semester ini. Namun ada beberapa yang rasanya kurang, seperti tidak terlalu menegangkan karena online (tidak tatap muka), pelaksanaannya tidak di daerah kampus, kalau banyak teman saya bilangnya jadi tidak ada yang menungggu diluar ruang ujian untuk mengucapkan selamat.


Kendala dari pelaksanaan daring, sebagian teman tidak bisa melanjutkan, kebanyakan bukan karena tidak ada niatan, tapi terkendala tempat penelitian yang ditutup atau diliburkan selama Pandemi Covid 19 ini, dan juga semoga ada jalan keluar untuk ini. Kendala lain pada saat ujian, sinyal harus dipastikan stabil. Saya saja kemaren ujian sempat terputus-putudskarena jaringan kurang stabil ketika melaksanakan ujian online ini. Tetapi Alhamdulillah dosen penguji bisa memaklumi


Tidak ada trik maupun  tips khusus, hanya saja butuh kemauan keras dan kesungguhan saja. Karena bimbingan juga online jadi harus lebih sabar menghadapi antrean koreksi.


Memang menjadi target kami, kepengurusan untuk lulus tepat waktu. Supaya nantinya bisa menjadi target pula untuk adik-adik kader. Karena biar bagaimanapun, pengurus adalah kaca bagi kadernya. Mari doakan pengurus lain yang terkendala seperti yang saya disebutkan diatas, supaya ada kebijakan dari kampus atau pemerintah. “Paparnya yang akrab disapa Uunk”


Hal itu juga dirasakan oleh Kabid PPPA Yunda Ulfatul Muslimah yang juga mendapat gelar S.Pd bahwa “Adanya wabah Covid 19 memang menghambat semua aktifitas yang berupa face to face, mulai dari proses penelitian, proses bimbingan, bahkan proses ujian sidang, namun bukan berarti itu tidak dijalani dengan serius. Adanya hambatan begitu justru menjadi tantangan baru bagi mahasiswa bagaimana menggunakan senjata terakhir yakni lobbying agar pesannya dibaca dan memperoleh respon dari dosen pembingbing, karena tidak semua dosen pembingbing welcome dan langsung membalas chat mahasiswa artinya tidak serius, semua proses juga dilalui dengan serius

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HMI Komisariat Tarbiyah IAIN Madura Gelar Aksi Galang Dana Untuk Irham Maulana

Sambut Milad Ke 74, HMI IAIN Madura Gelar Diskusi Publik

Kesuksesanmu adalah Kesempatanmu